Festival Buku Maluku Utara 2026 akan digelar selama dua hari, pada Jumat dan Sabtu, 11–12 September 2026. Kegiatan ini dibuka untuk pelajar, mahasiswa, pegiat literasi, penulis, hingga masyarakat umum yang ingin mengikuti diskusi buku, kelas menulis, pertemuan penulis, dan pertunjukan seni.
Selain menjadi ruang perjumpaan pembaca dan penulis, festival tersebut akan menandai peluncuran Yayasan Rumah Buku Maluku Utara. Panitia juga menjadwalkan peluncuran 99 judul buku karya penulis asal Maluku Utara.
Rangkaian acara hari pertama dimulai dengan persiapan panitia dan pemasangan stan buku sejak pukul 08.00 WIT. Setelah pelaksanaan Salat Jumat, peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan 15 Menit Membaca Buku Serentak pada pukul 14.00–16.00 WIT.
Peserta diminta membawa bahan bacaan masing-masing untuk mengikuti kegiatan membaca bersama tersebut.
Pembukaan resmi berlangsung di panggung utama mulai pukul 16.30 WIT. Agenda pembukaan diawali pembacaan Al-Qur’an Surah Al-‘Alaq ayat 1–8 dan doa, dilanjutkan laporan panitia serta sambutan Ketua ICMI Orwil Maluku Utara, Kasman Hi. Ahmad.
Gubernur atau Wakil Gubernur Maluku Utara dijadwalkan membuka festival secara resmi. Pada sesi tersebut, Yayasan Rumah Buku Maluku Utara dan 99 karya buku penulis daerah akan diluncurkan secara simbolis.
Malam pertama festival akan diisi diskusi buku bertajuk “Sekolah Rumah Pendidikan” pada pukul 20.15–22.30 WIT. Diskusi menghadirkan Dr. Muamar A. Halil dan Sabaria Umahuk sebagai pembicara, dengan Ali Lating sebagai moderator.
Hari kedua festival, Sabtu (12/9/2026), diisi kegiatan pengembangan keterampilan menulis serta dialog tentang ekosistem literasi Maluku Utara.
Kelas Penulisan Kreatif bertema teknik menulis sajak atau puisi akan berlangsung pukul 08.30–11.30 WIT di Ruang Kepala Dinas Kebudayaan Kota Ternate. Sastrawan Zainuddin M. Arie dijadwalkan menjadi pemateri dan peserta akan mengikuti praktik penulisan.
Pada waktu yang hampir bersamaan, sesi “Bacarita Tentang Buku” bertema “Buku dan Ekosistem Literasi Maluku Utara” digelar di Pendopo Benteng Oranje, mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIT.
Forum tersebut menghadirkan Prof. Gufran, Ghalim Umabaihi, Dr. Kasman Hi. Ahmad, dan Dr. Abubakar Abdullah sebagai pemantik. Diskusi dipandu La Ode Arman Ahmad.
Mulai pukul 13.30 WIT, dua kelas praktik diselenggarakan secara bersamaan, yakni Teknik Menulis Laporan Investigasi bersama jurnalis Tempo Budi Nurgianto serta Tips dan Trik Menulis Esai bersama M. Asghar Saleh. Sesi ini dipandu Sofyan Togubu.
Festival juga menyediakan sesi pertemuan langsung antara pembaca dan penulis melalui kegiatan meet and greet pada pukul 16.00–18.00 WIT. Tokoh literasi Marjorie Amal, Syafitri Zahra Togubu, dan Ghalim Umabaihi dijadwalkan hadir dalam sesi tersebut.
Pada malam penutupan, panitia akan memberikan penghargaan kepada dua tokoh yang dinilai berkontribusi dalam pendidikan dan literasi Maluku Utara.
Drs. H. M. Jusuf Abdulrahman dijadwalkan menerima penghargaan Tokoh Pendidikan atas pengabdiannya di bidang pendidikan. Sementara Adnan Amal, S.H. akan menerima penghargaan Tokoh Literasi atas kontribusinya melalui karya-karya penulisan, termasuk buku Kepulauan Rempah yang mengangkat sejarah dan kebudayaan Maluku Utara.
Rangkaian penutupan turut diisi penampilan musikalisasi puisi pukul 20.00–20.45 WIT oleh Budi Janglaha, Enal Fals, dan Komunitas Sastra A2W.
Festival Buku Maluku Utara 2026 membuka ruang bagi masyarakat untuk tidak hanya membeli atau membaca buku, tetapi juga belajar menulis, bertemu penulis, dan membicarakan tantangan literasi di daerah. Kehadiran 99 buku karya penulis lokal diharapkan menjadi dorongan agar produksi pengetahuan serta penerbitan karya dari Maluku Utara terus bertumbuh.