Api Mendekati Permukiman, Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Gosale dan Kaiyasa

Dinas PUPR Malut mengerahkan mobil tangki air untuk membantu memadamkan karhutla di Gosale-Kaiyasa. Sumber: Haliyora.id

Kebakaran hutan dan lahan melanda Desa Gosale dan Desa Kaiyasa, Kecamatan Oba Utara, Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Kamis (1/10/2026). Api cepat merambat akibat angin kencang dan sempat mendekati permukiman warga, sehingga tim gabungan dari beberapa instansi harus bergerak cepat untuk mencegah perluasan kebakaran.

Berdasarkan informasi dari warga, titik api diketahui sekitar pukul 14.30 WIT di kawasan hutan dan lahan kosong milik warga. Sejumlah vegetasi, termasuk bambu dan pohon sagu, ikut terbakar. Kondisi lahan yang kering dan tiupan angin kencang membuat api menyebar ke beberapa bagian lahan dalam waktu singkat.

Armada Damkar, BPBD, dan PUPR Dikerahkan

Satuan Pemadam Kebakaran Provinsi Maluku Utara mengerahkan tiga unit mobil pemadam ke lokasi. Armada tiba sekitar pukul 15.00 WIT, disusul Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana BPBD Maluku Utara sekitar 15 menit kemudian.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Maluku Utara, Risman Iriyanto Djafar, mengatakan pihaknya turut mengerahkan tiga personel dan satu unit mobil tangki air untuk mendukung pemadaman. Menurutnya, keterlibatan PUPR merupakan bagian dari sinergi antarinstansi dalam penanganan karhutla.

“Sesuai arahan Gubernur dan Wagub, OPD terkait harus terlibat aktif dalam upaya penanganan karhutla, termasuk PUPR, bersinergi dengan BPBD dan Damkar,” kata Risman kepada media yang dikutip.

Penanganan kebakaran dilakukan bersama oleh BPBD, Damkar, PUPR, Balai Wilayah Sungai (BWS), TNI, dan Polri. BPBD juga membantu memasok air untuk mendukung operasional mobil pemadam. Selain tiga mobil pemadam Damkar, operasi tersebut didukung satu mobil rescue dan satu mobil tangki BPBD, satu mobil tangki PUPR, serta satu mobil tangki BWS.

Sebanyak delapan personel TRC BPBD, tiga personel PUPR, dua personel BWS, dua personel TNI/Polri, dan satu regu Damkar terlibat dalam penanganan kebakaran di lokasi.

Kendala di Lapangan dan Imbauan Pencegahan

Petugas menghadapi sejumlah kendala, terutama angin kencang, kondisi lahan yang kering, dan luasnya area yang terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sejumlah vegetasi dan tanaman di kawasan itu dilaporkan rusak.

Hingga kondisi terakhir, masih terlihat asap tipis di beberapa titik. Petugas merekomendasikan pemantauan lanjutan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Pemerintah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berada di sekitar lahan kering. Masyarakat, pengguna jalan, dan pemilik lahan diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran, khususnya di area rerumputan dan lahan kering.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Lainnya :