Tim SAR rupsi dahsyat Gunung Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, memaksa 20 pendaki terjebak di puncak pada Jumat pagi (8/5/2026). Dari jumlah tersebut, 15 orang berhasil diselamatkan, dua warga negara asing (WNA) asal Singapura—Timo dan Sahnaz—dikonfirmasi meninggal dunia, sementara tiga lainnya termasuk Enjel masih buru cari hingga siang hari.
Letusan terjadi pukul 07.41 WIT dengan kolom abu mencapai 10 kilometer di atas puncak, memicu kepanikan di kalangan pendaki yang sedang menikmati pemandangan gunung aktif berstatus Level II (Waspada) ini.
Tim SAR gabungan Basarnas Ternate langsung dikerahkan setelah menerima sinyal darurat Garmin dari koordinat 1°42’13.7″N 127°52’50.2″E. “Kami prioritaskan pencarian dan evakuasi ke Lokasi Kecelakaan Paling Akhir (LKP) meski cuaca ekstrem akibat hujan abu,” ujar Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani.
Komposisi tim melibatkan 4 personel Basarnas, 7 Polres Halut, 3 BPBD Halut, 3 TNI, didukung 20 warga setempat. Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, menambahkan, “Sembilan di antara pendaki adalah WNA; kami koordinasikan ketat dengan semua unsur untuk keselamatan maksimal.”
PVMBG dan BMKG mendesak warga radius 3-5 km menjauhi lereng gunung, menghindari pendakian ilegal, serta memakai masker pelindung. “Gunung Dukono punya riwayat erupsi tinggi; pantauan 24 jam terus kami lakukan,” tegas perwakilan PVMBG.
Operasi penyelamatan berlangsung intensif di tengah kondisi berbahaya, dengan harapan seluruh korban segera ditemukan selamat.